JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menegaskan komitmennya terhadap kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp150 juta bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Dana tersebut berasal dari sebagian hasil penjualan tiket masuk pengunjung Ancol melalui Pintu Gerbang Utama pada momentum perayaan malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.
Berdasarkan data perusahaan, total kunjungan pada hari tersebut mencapai 41.597 orang, baik dari pembelian tiket secara daring melalui laman resmi www.ancol.com maupun penjualan langsung di loket (on the spot). Dari jumlah kunjungan tersebut, Ancol mencatatkan omzet sebesar Rp1.450.345.500.
Manajemen kemudian mengalokasikan 10 persen dari total pendapatan tiket masuk tersebut sebagai dana donasi, yakni sebesar Rp145.034.550. Untuk memperkuat nilai bantuan kemanusiaan, jumlah tersebut digenapkan oleh perusahaan menjadi Rp150.000.000.
Dana bantuan itu selanjutnya disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional Badan Amil Zakat, Infaq dan Sedekah (Baznas Bazis) Provinsi DKI Jakarta pada 2 Januari 2026. Penyaluran melalui lembaga resmi tersebut dimaksudkan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, menjelaskan bahwa donasi tersebut akan difokuskan pada upaya kemanusiaan serta pemulihan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra.
“Donasi ini kami salurkan melalui Baznas Bazis DKI Jakarta untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra. Ini merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Daniel dalam keterangannya.
Ia menambahkan, Ancol tidak hanya berperan sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan berkontribusi dalam situasi kemanusiaan, khususnya ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam.
Menurut Daniel, pemilihan momentum malam tahun baru sebagai sumber donasi juga mencerminkan semangat berbagi dan solidaritas, di mana kegembiraan sebagian masyarakat diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Manajemen Ancol meyakini bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan pascabencana. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
“Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra akan mampu bangkit kembali. Kami berdiri bersama para korban, menyatukan doa dan harapan, serta berkomitmen untuk terus mendukung upaya kemanusiaan,” lanjutnya.
Langkah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini mendapat perhatian sebagai contoh kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga sosial dalam merespons bencana. Di tengah tantangan yang dihadapi para korban, kontribusi dunia usaha dinilai menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan dan solidaritas nasional.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin

